Monday, August 25, 2014

Apakah?

Ada perkara yang kita takut dan tak mahu terjadi pada kehidupan kita tapi dengan izin-Nya tetap saja terjadi. Dan ini apa yang aku benar-benar takuti bukan sebagai manusia tetapi dalamnya sebagai seorang ibu  yang punya anak tiga-lelaki semuanya.

Semakin hari aku semakin jauh dari aku yang aku mahu, semakin hari juga aku semakin sedar bahawa diriku sudah semakin menjauh dari diriku yang aku mahu jadi.

Hipokritkah aku? atau
Inikah sebenarnya diriku?


Monday, August 18, 2014

Doubt

Aku tidak tau kenapa setelah lama mencari dan bila aku rasa jalan yang aku ikuti itu adalah jalan yang paling lurus dan paling match sekali dengan apa yang aku sedang lalui tiba-tiba menjadi perkara yang paling aku 'doubt' sekali.

Memang menakutkan malahan aku rasa diriku semakin kecil dan jauh dari Yang Maha Segalanya. Aku tidak minta adanya perasaan begini menyelit dalam jiwa dan sekarang aku minta biarlah perkara terbaik yang akan ditunjukkan kepada aku dalam menjadi manusia hamba Allah sebenar.

Tunjukkan aku jalan...
:(

Monday, August 11, 2014

Aku tak pernah tahu perempuan yang membaca punya class dia sendiri, apalagi kalau perempuan itu menulis.....

A Girl You Should Date

Date a girl who reads. Date a girl who spends her money on books instead of clothes. She has problems with closet space because she has too many books. Date a girl who has a list of books she wants to read, who has had a library card since she was twelve.
Find a girl who reads. You’ll know that she does because she will always have an unread book in her bag. She’s the one lovingly looking over the shelves in the bookstore, the one who quietly cries out when she finds the book she wants. You see the weird chick sniffing the pages of an old book in a second hand book shop? That’s the reader. They can never resist smelling the pages, especially when they are yellow.
She’s the girl reading while waiting in that coffee shop down the street. If you take a peek at her mug, the non-dairy creamer is floating on top because she’s kind of engrossed already. Lost in a world of the author’s making. Sit down. She might give you a glare, as most girls who read do not like to be interrupted. Ask her if she likes the book.
Buy her another cup of coffee.
Let her know what you really think of Murakami. See if she got through the first chapter of Fellowship. Understand that if she says she understood James Joyce’s Ulysses she’s just saying that to sound intelligent. Ask her if she loves Alice or she would like to be Alice.
It’s easy to date a girl who reads. Give her books for her birthday, for Christmas and for anniversaries. Give her the gift of words, in poetry, in song. Give her Neruda, Pound, Sexton, Cummings. Let her know that you understand that words are love. Understand that she knows the difference between books and reality but by god, she’s going to try to make her life a little like her favorite book. It will never be your fault if she does.
She has to give it a shot somehow.
Lie to her. If she understands syntax, she will understand your need to lie. Behind words are other things: motivation, value, nuance, dialogue. It will not be the end of the world.
Fail her. Because a girl who reads knows that failure always leads up to the climax. Because girls who understand that all things will come to end. That you can always write a sequel. That you can begin again and again and still be the hero. That life is meant to have a villain or two.
Why be frightened of everything that you are not? Girls who read understand that people, like characters, develop. Except in the Twilight series.
If you find a girl who reads, keep her close. When you find her up at 2 AM clutching a book to her chest and weeping, make her a cup of tea and hold her. You may lose her for a couple of hours but she will always come back to you. She’ll talk as if the characters in the book are real, because for a while, they always are.
You will propose on a hot air balloon. Or during a rock concert. Or very casually next time she’s sick. Over Skype.
You will smile so hard you will wonder why your heart hasn’t burst and bled out all over your chest yet. You will write the story of your lives, have kids with strange names and even stranger tastes. She will introduce your children to the Cat in the Hat and Aslan, maybe in the same day. You will walk the winters of your old age together and she will recite Keats under her breath while you shake the snow off your boots.
Date a girl who reads because you deserve it. You deserve a girl who can give you the most colorful life imaginable. If you can only give her monotony, and stale hours and half-baked proposals, then you’re better off alone. If you want the world and the worlds beyond it, date a girl who reads.
Or better yet, date a girl who writes.
– Rosemarie Urquico –
Copy from HERE

Monday, August 4, 2014

Raya 2014

Salam Aidilfitri 2014

Tak dak benda sangat nak cakap walaupun banyak kejadian-kejadian yang tidak terjangka-jangka, presepsi juga banyak yang lari dari kebiasaan tapi satu perkara yang tidak lari dari jiwaku ialah aku rindukan bapa, adik, abang-abang dan kakak-kakak aku kat kampung.

Pecah sejarah, tahun ni aku raya kat Pattani, thailand. Tapi sebab aku datang untuk beraya bukan melancong jadi aku tak de gambar-gambar gempak macam orang lain selalu buat sebagai bukti, takpe aku tahu. Cuma satu saja niat tak tercapai sebelum sampai sana, nak pergi solat kat masjid krue sea.





Insha Allah, next time.

Friday, July 4, 2014

Lagu Kehidupan

berdirilah pada paksi yang nyata. Hidup ini sentiasa berliku jalannya, jangan diharap tiada onak dan kesakitan, jangan diminta tiada ombak dan lautan.

Begitulah alkisahnya kehidupan. Kalau kau ratap sungguh hidup akan jadi ranap. 
Jadi berhentilah meratap, bukan itu pun yang kau mahu sebenarnya, meratap tidak lebih dari sekadar lolongan hati. Lega sekejap tapi beban tetap juga tak kurang-kurang.

Percayalah Tuhan memberi kekuatan kepada manusia dengan cara-Nya yang paling unik. Bila dihenyak dugaan mungkin kau fikir kau tak mampu bertahan tapi tanpa disangka-sangka dalam rasa keputus-asaan yang kau rasa, dugaan itu perlahan-lahan hilang dan meringan, kemudian kau senyum lega selepas itu. betulkan? 

Sebenarnya disitulah sebenarnya makna dugaan, Tuhan beri kau kekuatan yang kau tak sangka kau ada. Dan mungkin kecekalan yang kau tak pernah kau tahu kau mampu. kekuatan yang belum tentu semua manusia yang diuji perkara serupa mampu bertahan sepertimana kau bertahan.

Itu alasan kenapa kau wajib untuk terus meminta, minta untuk terus diberi kecekalan dan kekuatan hati untuk terus bertahan, isikan jiwa yang serabut dengan terus meminta dan kemudian selitkan juga rasa redha dalam hati atas apa yang berlaku. Aku bukan ujub, mungkin sangat terlalu jauh dari ujub itu sendiri, tapi aku bagitahu cerita benar, aku pernah dalam keadaan itu. Yang ketika hati aku terasa seperti ada satu lubang besar di tengahnya, yang bila kau cuba untuk cari keseronokan lubang itu tetap saja besar dan semakin hitam, diri jadi semakin serabut, tidak terkata. Kemudian aku cuba raih kasihan dari manusia-manusia sekeliling tapi macam tu juga. Lubang yang bila aku tarik nafas dada aku sakit, lubang yang bila aku hembus nafas, jantung aku sakit. Rasa yang bila setiapkali aku benafas aku rasa pedih. sakit sangat.

Tapi, bila aku cuba kaedah 'back to basic' sungguh aku tak sangka aku mampu bertahan, walaupun lubang besar yang aku cakap tu masih ada tapi sekurang-kurangnya aku tidak lagi merasa perit samada bila bernafas, mendesah atau  hembus. Ringan sikit aku rasa. Kepala pun takde la rasa macam nak hantuk kat dinding sampai pecah.

Aku masih dalam proses terus istiqamah untuk mengamalkan, memang bukan senang tapi bila fikir ganjaran yang aku dapat (samada ganjaran dunia atau akhirat) aku kuatkan hati. Sampai saat ini pun aku masih minta supaya hati aku kuat dan tidak goyah, aku pun takut sebenarnya kalau aku tidak mampu meneruskan. malu pada diri sendiri, malu pada Allah.

Kalau ada sesiapa yang pernah rasa lebih kurang macam yang aku rasa, aku suggest 'back to basic' je. percayalah, kau pasti akan jumpa jalan.